TAUHID, MERUPAKAN SYARAT DITERIMANYA SELURUH AMALAN SHOLEH
๐ Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
َูู َุง ู ََูุนَُูู ْ ุฃَْู ุชُْูุจََู ู ُِْููู ْ َََูููุงุชُُูู ْ ุฅَِّูุง ุฃََُّููู ْ ََููุฑُูุง ุจِุงَِّููู َูุจِุฑَุณُِِููู
"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya."[QS At-Taubah : 54]
๐Al-Allamah Abdurrohman bin Nashir As-Sa'di -rahimahullah- menerangkan :
"Dan persyaratan diterimanya seluruh amalan adalah keimanan, sementara mereka (orang munafiq) tidak memiliki keimanan, bahkan tidak pula amalan sholeh."[1]
๐Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan :
"Kemudian Allah Ta'ala mengabarkan tentang sebab ditolaknya amalan dari mereka, yaitu karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, sementara seluruh amalan hanya dianggap sah tatkala dilandasi dengan keimanan."[2]
๐ Allah Jalla Jalaluh juga berfirman :
ُْูู ุฅَِّูู َุง ุฃََูุง ุจَุดَุฑٌ ู ِุซُُْููู ْ ُููุญَٰู ุฅََِّูู ุฃََّูู َุง ุฅَُُِٰูููู ْ ุฅٌَِٰูู َูุงุญِุฏٌ ۖ َูู َْู َูุงَู َูุฑْุฌُู َِููุงุกَ ุฑَุจِِّู ََْูููุนْู َْู ุนَู ًَูุง ุตَุงِูุญًุง ََููุง ُูุดْุฑِْู ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِِّู ุฃَุญَุฏًุง
"Katakanlah (wahai Muhammad), Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya sesembahan kalian itu adalah sesembahan yang satu". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya." [QS Al-Kahfi : 110].
๐ทRasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :
ُ ุฅِุฐَุง ุฌَู َุนَ ุงَُّููู ุงَّููุงุณَ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ َِْูููู ٍ َูุง ุฑَْูุจَ ِِููู َูุงุฏَู ู َُูุงุฏٍ ู َْู َูุงَู ุฃَุดْุฑََู ِูู ุนَู ٍَู ุนَู َُِูู َِِّููู ุฃَุญَุฏًุง ََْูููุทُْูุจْ ุซََูุงุจَُู ู ِْู ุนِْูุฏِ ุบَْูุฑِ ุงَِّููู َูุฅَِّู ุงََّููู ุฃَุบَْูู ุงูุดُّุฑََูุงุกِ ุนَْู ุงูุดِّุฑِْู
"Tatkala Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat (yaitu hari yang tiada keraguan didalamnya), maka seorang penyeru memanggil : Barangsiapa yang menyekutukan Allah dengan seseorang ketika melakukan suatu amalan yang dilakukan, silahkan meminta pahalanya kepada selain Allah, karena sesungguhnya Allah adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu." [3]
๐Syeikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harroni -rahimahullah- berkata :
"Maka peribadahan kaum musyrikin, walaupun ada sebahagian yang mereka tujukan kepada Allah, ibadah tersebut tidak diterima sedikitpun, bahkan seluruhnya diserahkan kepada siapa mereka menyekutukan Allah, sehingga mereka sama sekali tidak dianggap beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala [4]
Allohu a'lam
________________
[1] Taisir Al-Karimir Rahman, hal 340.
[2] Tafsir Al-Qur'anil Adzim : 2/362.
[3] HR At-Tirmidzy no 3079, Dihasankan oleh Syeikh Al-Bani dalam Shohihul Jami no 496.
[4] Majmu Fatawa : 8/50.
══════ ❁✿❁ ═════
๐sebarkanlah semoga bermanfaat
✒ Ditulis oleh Ustadz Hilal Abu Naufal Hafidzahullah
๐ Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
َูู َุง ู ََูุนَُูู ْ ุฃَْู ุชُْูุจََู ู ُِْููู ْ َََูููุงุชُُูู ْ ุฅَِّูุง ุฃََُّููู ْ ََููุฑُูุง ุจِุงَِّููู َูุจِุฑَุณُِِููู
"Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya."[QS At-Taubah : 54]
๐Al-Allamah Abdurrohman bin Nashir As-Sa'di -rahimahullah- menerangkan :
"Dan persyaratan diterimanya seluruh amalan adalah keimanan, sementara mereka (orang munafiq) tidak memiliki keimanan, bahkan tidak pula amalan sholeh."[1]
๐Al-Imam Al-Hafidz Ibnu Katsir -rahimahullah- menjelaskan :
"Kemudian Allah Ta'ala mengabarkan tentang sebab ditolaknya amalan dari mereka, yaitu karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya, sementara seluruh amalan hanya dianggap sah tatkala dilandasi dengan keimanan."[2]
๐ Allah Jalla Jalaluh juga berfirman :
ُْูู ุฅَِّูู َุง ุฃََูุง ุจَุดَุฑٌ ู ِุซُُْููู ْ ُููุญَٰู ุฅََِّูู ุฃََّูู َุง ุฅَُُِٰูููู ْ ุฅٌَِٰูู َูุงุญِุฏٌ ۖ َูู َْู َูุงَู َูุฑْุฌُู َِููุงุกَ ุฑَุจِِّู ََْูููุนْู َْู ุนَู ًَูุง ุตَุงِูุญًุง ََููุง ُูุดْุฑِْู ุจِุนِุจَุงุฏَุฉِ ุฑَุจِِّู ุฃَุญَุฏًุง
"Katakanlah (wahai Muhammad), Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya sesembahan kalian itu adalah sesembahan yang satu". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Rabbnya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Rabbnya." [QS Al-Kahfi : 110].
๐ทRasulullah shallalahu alaihi wasallam bersabda :
ُ ุฅِุฐَุง ุฌَู َุนَ ุงَُّููู ุงَّููุงุณَ َْููู َ ุงَِْูููุงู َุฉِ َِْูููู ٍ َูุง ุฑَْูุจَ ِِููู َูุงุฏَู ู َُูุงุฏٍ ู َْู َูุงَู ุฃَุดْุฑََู ِูู ุนَู ٍَู ุนَู َُِูู َِِّููู ุฃَุญَุฏًุง ََْูููุทُْูุจْ ุซََูุงุจَُู ู ِْู ุนِْูุฏِ ุบَْูุฑِ ุงَِّููู َูุฅَِّู ุงََّููู ุฃَุบَْูู ุงูุดُّุฑََูุงุกِ ุนَْู ุงูุดِّุฑِْู
"Tatkala Allah mengumpulkan seluruh manusia pada hari kiamat (yaitu hari yang tiada keraguan didalamnya), maka seorang penyeru memanggil : Barangsiapa yang menyekutukan Allah dengan seseorang ketika melakukan suatu amalan yang dilakukan, silahkan meminta pahalanya kepada selain Allah, karena sesungguhnya Allah adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu." [3]
๐Syeikhul Islam Ahmad bin Abdil Halim Al-Harroni -rahimahullah- berkata :
"Maka peribadahan kaum musyrikin, walaupun ada sebahagian yang mereka tujukan kepada Allah, ibadah tersebut tidak diterima sedikitpun, bahkan seluruhnya diserahkan kepada siapa mereka menyekutukan Allah, sehingga mereka sama sekali tidak dianggap beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala [4]
Allohu a'lam
________________
[1] Taisir Al-Karimir Rahman, hal 340.
[2] Tafsir Al-Qur'anil Adzim : 2/362.
[3] HR At-Tirmidzy no 3079, Dihasankan oleh Syeikh Al-Bani dalam Shohihul Jami no 496.
[4] Majmu Fatawa : 8/50.
══════ ❁✿❁ ═════
๐sebarkanlah semoga bermanfaat
✒ Ditulis oleh Ustadz Hilal Abu Naufal Hafidzahullah


0 komentar:
Posting Komentar