Jumat, 07 April 2017

Dunia Hanya Bagai Dalam Mimpi


By on 21.07

Kenikmatan yang ada didunia merupakan sarana untuk semakin mendekatkan diri kita kepada Allah, siapa yamg diberikan nikmat oleh namun dia tidak bersyukur dan tidak semakin mendekatkan dirinya kepada Allah, maka itu adalah bencana dan musibah yang besar, berkata Imam Ibnu Hazm rahimahullah:

كُلُّ نِعْمَةٍ لاَ تُقَرِّبُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَهِيَ بَلِيَّةٌ.

“Setiap nikmat yang tidak digunakan untuk mendekatkan diri pada Allah, maka itu hanyalah musibah/bencana.”
📙(Hilyah Al- Awliya’ 1: 497)

🍀Oleh karenanya apapun yang didapatkan, berupa nikmat dari Allah maka hendaknya kenikmatan dan karunia tersebut menjadikan kita sebagai hamba Allah yang semakin ta'at dan dekat kepada Allah, jauhi keterpedayaan, sadarlah dari penghambaan dunia, bukalah, hati, bukalah mata, dan saksikanlah bahwa keterpedayaan oleh dunia, itu hanyalah tipuan yang sebenarnya, yang menidurkan kita dalam gemerlapnya dunia,.bahwa kenikmatan yang memalingkan kita dari keta'atan itu hanyalah sebuah mimpi dan fatamorgana dalam tidur, dia akan lenyap nantinya, sebagaimana perumpamaan yang disebutkan oleh Hasan Al-Bashri rahimahullah :

مَا الدُّنْيَا كُلُّهَا مِنْ أَوَّلِهَا  إِلَى آخِرِهَا ، إِلا كَرَجُلٍ نَامَ نَوْمَةً فَرَأَى فِي مَنَامِهِ مَا يُحِبُّ ، ثُمَّ انْتَبَهَ

"Semua kenikmatan yang ada di dunia dari awal hingga akhir hanyalah seperti orang yang tidur; dia melihat sesuatu yang disukai dalam tidurnya, lalu terbangun dari tidurnya."

📗Mawsuah Ibni Abid Dunya, (5/123)
👉Itulah perumapaannya, sesuatu yang indah dan manis yang dilihat dalam tidur, namun hakekatnya hanyalah sebuah mimpi yang akan pergi dan hilang tatkala bangkit dari tidur................!!!
👉Oleh sebab itu bangkitlah dari keterpurukan dalam beribadah, dengan mencari karunia Allah dan dalam rangka semakin dekat kepada Allah 'azza wajalla.

Semoga bermanfaat

✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Qotadah Al-barowy حفظه الله تعالى

Al Habiburrahman

Web : www.alhabiburrahman.blogspot.com | FB : Al Habiburrahman | Twitter : @Ibnu_Asysyahid

0 komentar:

Posting Komentar

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *