Asy-Syaikh Al-Faqih Muhammad bin Shalih
Al-‘Utsaimin-رحمه الله-:
”الأيام التي تتغيب فيها عن عملك بدون إذن لا يحل لك أن تأخذ ما يقابلها من الراتب.
لأن الراتب في مقابلة عمل فإذا أتممت العمل استحققت الراتب كاملاً وإن نقصت لم تستحقه كاملاً“
Terjemahan :
“Tidak halal bagimu mengambil gaji yang dibayarkan untukmu di hari-hari yang padanya engkau bolos kerja.
Karena gaji harus sesuai dengan pekerjaan.
Apabila engkau menyempurnakan pekerjaan maka engkau berhak menerima gaji penuh, dan apabila engkau menguranginya maka engkau tidak berhak menerima gaji penuh.”
📃Sumber :
[Liqo Al-Bab Al-Maftuh, 14/23]
✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Furaihan Farhan Bin Ramli Ahmad
”الأيام التي تتغيب فيها عن عملك بدون إذن لا يحل لك أن تأخذ ما يقابلها من الراتب.
لأن الراتب في مقابلة عمل فإذا أتممت العمل استحققت الراتب كاملاً وإن نقصت لم تستحقه كاملاً“
Terjemahan :
“Tidak halal bagimu mengambil gaji yang dibayarkan untukmu di hari-hari yang padanya engkau bolos kerja.
Karena gaji harus sesuai dengan pekerjaan.
Apabila engkau menyempurnakan pekerjaan maka engkau berhak menerima gaji penuh, dan apabila engkau menguranginya maka engkau tidak berhak menerima gaji penuh.”
📃Sumber :
[Liqo Al-Bab Al-Maftuh, 14/23]
✒ Ditulis oleh Ustadz Abu Furaihan Farhan Bin Ramli Ahmad


0 komentar:
Posting Komentar